Apa Itu Copywriting?

Dalam penjualan melalui media online, tulisan menjadi hal yang sangat penting karena merupakan penghubung antara penjual dan juga pembeli.

Sebenarnya, tidak hanya tulisan, namun juga gambar, video, dan media lainnya. Namun, tetap saja, kata-kata akan membimbing calon pembeli untuk memutuskan sebuah transaksi.

Tentu saja, untuk mendapatkan pelanggan dalam jumlah yang banyak hingga transaksi terjadi dalam skala besar, maka penjual produk tidak boleh asal-asalan dalam membuat kalimat penawaran.

Jika dilihat, tentu Anda bisa membaca bahwa kalimat promosi dibuat dengan sangat rapi dan juga mampu menjelaskan detail produk dengan cara yang lembut dan terkadang tidak terasa.

Nah, gaya penulisan inilah yang kemudian disebut dengan copywriting.

Bisa dikatakan bahwa di era digital sebagaimana sekarang ini, copywriting menjadi hal yang sangat penting, terutama untuk menunjang bisnis yang dijalankan.

Sejarah Copywriting

Menurut catatan sejarah, copywriting telah digunakan sejak tahun 1870 yang lalu. Artinya, sebenarnya, copywriting bukan hal yang baru dalam dunia bisnis, terutama promosi. Namun, pergantian era, trend dan zaman turut berpengaruh pada bagaimana aplikasi copywriting dalam dunia bisnis dari waktu ke waktu.

Sejarah copywriting tidak bisa dipisahkan dari nama John Emory Powers. Ia dijuluki sebagai copywriter pertama yang ada di dunia. Ia menghabiskan waktunya secara full time untuk berurusan dengan iklan.

Sekitar tahun 1870 tersebut, John Emory Powers mulai menulis beragam jenis iklan sebagai sebuah pekerjaan paruh waktu. Pekerjaan itu ia tekuni hingga akhirnya ia mulai kenal sebagai copywriter yang andal.

Pada Mei tahun 1880, ia pindah ke Philadelphia untuk bekerja di sebuah toko bernama Grand Depot sebagai copywriter. Dengan keahliannya merangkai kata, pendapatan toko tempat ia bekerja meningkat hingga dua kali lipat. Dari situ nama John Emory Powers semakin dikenal oleh khalayak dan kalangan pebisnis.

Pada tahun 1886, ia menjadi copywriter lepas dan bekerja di beberapa perusahaan yang berbeda. Beberapa perusahaan yang pernah menjadi tempat ia bernaung adalah Murphy Varnish, Scott’s Emulsion, Vacuum Oil, Pills Beecham, dan Lamp Chimneys Mac-Beth.

Di akhir tahun 1890, ia mendapatkan penghasilan sekitar $100 per hari sebagai copywriter. Jumlah tersebut tentu saja sangat besar untuk ukuran uang di masa itu.

Ini yang menjadikan jasa copywriting saat ini rata-rata mahal harganya, minimal jutaan Rupiah hanya untuk menulis adcopy iklan misalnya.

Pengertian Copywriting dan Contohnya

coffee notebook writing computer
Photo by Negative Space on Pexels.com

Dalam seni pemasaran digital, copywriting memang memegang peranan yang sangat penting. Susunan kalimat yang dibuat akan mengarahkan calon pembeli untuk melakukan transaksi. Lantas, apa yang disebut dengan copywriting?

Dalam Wikipedia disebutkan bahwa copywriting merupakan sebuah tindakan untuk menulis teks atau bentuk lain dengan tujuan iklan dan pemasaran.

Produk atau copy yang dibuat merupakan konten yang berguna untuk meningkatkan kesadaran pada produk atau merek yang ditawarkan. Dengan demikian, nantinya calon pembeli akan terkesan dan melakukan transaksi.

Dalam pengertian yang lain, copywriting merupakan sebuah teknik penulisan untuk membuat sebuah copy atau konten dengan tujuan iklan dan pemasaran.

Tulisan tersebut berguna seperti sebuah ajakan namun dalam skala yang cenderung lebih besar. Detail tulisan yang dibuat nantinya akan membuat orang berpikir, memberikan respons dan tindakan lainnya.

Untuk membuat sebuah copywriting yang profesional, maka seorang copywriter minimal harus menggunakan teknik AIDA atau attention, interest, desire dan action yang sudah menjadi standar industri marketing.

Urutan ini tentu akan membuat tulisan menjadi nyaman dibaca, persuasif, dan bisa menjelaskan produk dengan detail.

AIDA

Berikut ini akan dibahas tentang teknik AIDA tersebut beserta contohnya;

1. Attention

Tujuan utama dari attention adalah untuk menarik perhatian dari pembaca yang menemukan tulisan copywriting tersebut.

Oleh karenanya, kalimat yang digunakan pun harus mampu menarik perhatian calon konsumen dengan bahasa yang sederhana namun memiliki keunikan tersendiri.

Contoh copywriting untuk menarik perhatian konsumen adalah:

  • Sibuk bekerja dan tidak punya waktu untuk berolahraga? Tak perlu gusar, kini ada cara mudah menurunkan berat badan tanpa repot berolahraga!
  • Rindu tubuh ramping yang pernah dimiliki semasa ABG dulu?

2. Interest

Langkah lanjutan dari penulisan copywriting adalah interest. Pada poin ini, tujuan yang akan dicapai adalah membuat calon konsumen tertarik dengan produk yang ditawarkan dalam contoh di atas adalah produk diet.

Dengan kalimat yang mampu menarik konsumen tersebut, maka mereka akan membaca tulisan hingga akhir.

Contoh copywriting untuk poin interest ini adalah:

  • Terbukti ampuh melangsingkan tubuh tanpa olahraga dalam 1 bulan
  • Bisa diandalkan untuk membuat Anda terlihat lebih muda.”

3. Desire

Formula selanjutnya untuk membuat copywriting yang profesional adalah desire. Poin ini memiliki kemiripan dengan poin sebelumnya karena akan memainkan emosi serta logika dari calon konsumen. Umumnya, poin ini dibuat dengan menjelaskan manfaat produk.

Contoh copywriting untuk poin desire adalah:

  • Bisa melangsingkan tubuh tanpa mengganggu waktu bekerja.”
  • Anda tidak akan kehilangan waktu produktif hanya untuk mengurusi lemak jahat.”

4. Action

Bagian akhir dari konsep AIDA adalah action atau mengambil tindakan. Pada poin ini, copywriter menulis bagaimana langkah untuk mendapatkan produk. Ada cukup banyak cara, salah satunya adalah soft selling.

Adapun contoh copywriting pada poin ini adalah:

  • Jika berminat, Anda bisa menghubungi nomor ini dan CS akan melayani Anda
  • Segera klik tombol pembelian dan dapatkan penawaran spesial.”

Tujuan Penggunaan

Ada cukup banyak tujuan yang bisa mendasari pentingnya penggunaan copywriting sebagai dasar penulisan pemasaran.

Salah satu tujuan yang paling mendasar adalah membangun citra positif dari perusahaan atau bisnis yang sedang dijalankan.

Dengan menggunakan copywriting, maka akan ada image positif yang terbangun sehingga nantinya kepercayaan pelanggan akan meningkat.

shopping business money pay
Photo by Pixabay on Pexels.com

Selain itu, copywriting juga cukup efektif untuk mendapatkan gambaran konsumen.

Dengan bahasa yang digunakan, maka konsumen yang melakukan transaksi tentu saja adalah mereka yang mampu memahami tulisan yang digunakan dengan baik.

Nah, dari sinilah perusahaan bisa membuat segmentasi konsumen untuk meningkatkan target penjualan.

Manfaatnya Untuk Penjualan Online

Dari beberapa detail di atas, bisa dikatakan bahwa copywriting adalah hal yang cukup penting dalam pemasaran, baik perusahaan, bisnis ataupun penjualan online.

Untuk lebih jelasnya, ada beberapa manfaat yang akan diperoleh pemilik usaha online jika menggunakan teknik copywriting dalam pemasarannya.

Beberapa manfaat yang diperoleh adalah sebagai berikut:

  • Kepercayaan dari pelanggan dan calon konsumen terhadap produk ataupun penjual akan meningkat seiring dengan promosi yang lebih detail –terutama dengan menampilkan manfaat produk secara nyata
  • Mampu membuat promosi yang jauh lebih menarik dan lebih unik dari kompetitor lainnya sehingga target promosi yang dicanangkan akan bisa dipenuhi dengan lebih mudah
  • Membangun brand dengan citra yang lebih profesional dengan gaya promosi yang cenderung eksklusif.

Tentu saja, untuk bisa membuat kalimat copywriting yang profesional dan tepat dalam melakukan promosi, dibutuhkan waktu untuk belajar dan berlatih.

Namun, jika Anda serius untuk mempelajari salah satu teknik pemasaran online ini, maka usaha yang Anda jalankan pun nantinya akan mendapatkan dampak positif dan manfaat yang mungkin tidak diduga sebelumnya.

Tinggalkan komentar