9 Teknik Story telling Dalam Copywriting

Storytelling Copywriting adalah teknik bercerita dalam penulisan konten yang sangat bermanfaat terutama untuk pemasaran.

Dengan teknik storytelling copywriting yang tepat, maka promosi akan bisa dilakukan dengan lebih menarik sehingga peluang untuk mendapatkan pelanggan baru pun akan cenderung lebih terbuka.

Nah, untuk membuat copywriting yang berkualitas, ada beberapa teknik yang bisa digunakan.

Salah satu teknik yang cukup sering digunakan oleh para copywriter dalam membuat tulisan pemasaran adalah teknik storytelling copywriting atau teknik mendongeng.

Pernahkah Anda mendengar tentang teknik copywriting yang satu ini?

Teknik Storytelling Untuk Pemasaran yang Lebih Maksimal

Teknik storytelling dalam copywriting

Storytelling atau bercerita merupakan salah satu bagian utama dari sebuah strategy pemasaran dengan menggunakan konten.

Nah, salah satu alasan utamanya adalah dalam seni pemasaran online calon pembeli cenderung memiliki kesempatan terbatas untuk mengenal produk yang ditawarkan karena mereka tidak bisa bertanya langsung kepada Anda –selaku pemilik bisnis. karena itu, bercerita menjadi solusi yang sangat tepat untuk diambil.

Perlu diketahui, dengan bercerita, maka Anda bisa memberikan gambaran yang lebih luas kepada calon konsumen terkait produk atau jasa yang Anda tawarkan.

Tidak hanya itu, cerita tersebut nantinya juga akan menjadi referensi kenapa calon konsumen merasa yakin bahwa produk atau jasa yang Anda tawarkan adalah apa yang mereka inginkan.

Nah, berbincang tentang strategi pemasaran dengan storytelling atau bercerita ini, ada beberapa teknik mendasar yang harus Anda perhatikan. Teknik ini jika diterapkan akan membuat sebuah kalimat pemasaran yang efektif.

Adapun beberapa teknik storytelling yang bisa diterapkan tersebut adalah:

1. Perhatikan Autentisitas

Ide utama dari teknik storytelling adalah autentisitas atau menjadi autentik. Dalam dunia nyata, tentu bukan sebuah ide yang bagus jika Anda menggambarkan diri Anda sebagai orang lain. Atau, dalam arti yang lebih singkat menggambarkan pengalaman berdasarkan kisah fiksi dari orang lain.

Hal semacam ini cukup sering dilakukan dalam dunia pemasaran saat ini di mana beberapa materi yang digunakan adalah cerita fiktif belaka.

Dalam hal ini, jika Anda ingin membangun brand dengan teknik storytelling, maka pastikan jika hal yang Anda tuangkan dalam konsep tersebut adalah sebuah kebenaran.

Memang, Anda bisa saja memasukkan hal-hal lain untuk membuat kesan dramatis dalam pola promosi, namun menggunakan cerita bohong seharusnya tidak dilakukan.

Ya, cerita yang tidak sesuai nantinya hanya akan menjadi bumerang yang merugikan bisnis Anda.

2. Semua Hal Mencerminkan Merek

Dalam teknik storytelling, semua kalimat yang Anda gunakan untuk mempromosikan produk atau jasa akan mencerminkan merek atau brand yang Anda miliki.

Oleh karenanya, pastikan jika Anda membuat cerita yang mampu mendistribusikan detail merek ke pikiran calon pelanggan dengan baik.

Dengan demikian, ketika mereka mengingat cerita yang Anda buat, mereka akan ingat brand yang Anda miliki.

3. Menjadi Dekat dan Personal

Salah satu teknik yang sangat efektif untuk digunakan dalam strategi promosi storytelling ini adalah menjadi dekat dengan calon konsumen dan menggunakan bahasa yang cenderung personal.

Kedua hal tersebut nantinya akan sangat efektif untuk mempengaruhi emosi dan logika dari calon konsumen Anda.

Nah, oleh karenanya, seorang copywriter –atau Anda yang ingin membuat cerita promosi harus berusaha menemukan bahasa yang tepat.

Tidak hanya itu, cobalah untuk mengenali karakter calon konsumen Anda dengan baik sehingga kesan personal tetap akan didapatkan meskipun mereka tidak mengetahui siapa yang membuat tulisan promosi tersebut.

4. Membuat Tulisan yang Profesional

Membuat tulisan promosi yang personal bukan berarti tidak mengindahkan profesionalisme dalam promosi.

Tentu saja profesional menjadi bagian penting yang harus diperhatikan karena hal ini menyangkut bagaimana brand yang Anda miliki akan terbentuk.

Untuk membuat tulisan yang profesional, maka Anda harus memperhatikan bahasa yang digunakan.

Memang, Anda tidak harus menggunakan bahasa formal untuk mendapatkan perhatian dari calon konsumen mengenai cerita dalam pemasaran tersebut.

Namun, hindari menggunakan bahasa yang terkesan tidak memiliki aturan dan terlalu bebas.

5. Menuliskan Sejarah Usaha

Tidak ada salahnya jika Anda menuliskan sejarah brand atau usaha yang Anda jalankan saat ini.

Sejarah adalah bagian yang sangat menarik untuk disimak, terutama untuk calon pelanggan yang memang ingin mempelajari sebuah brand dari awal.

Bagaimana brand Anda terbentuk?

Kapan brand tersebut mulai menunjukkan eksistensinya?

Atau lainnya adalah pertanyaan-pertanyaan yang bisa digunakan untuk membentuk cerita mengenai sejarah bisnis yang Anda jalankan.

Selain itu, Anda juga bisa membuat halaman tersendiri untuk menuliskan sejarah brand atau perusahaan dengan lebih lengkap.

Umumnya, pelanggan yang ingin membeli produk akan memelajari terlebih dahulu brand yang ia pilih, termasuk membaca sejarah. Bagian ini termasuk yang efektif meskipun sudah digunakan bertahun-tahun.

6. Menunjukkan Komposisi Manajemen

Menunjukkan komposisi manajemen juga menjadi strategi yang cukup andal untuk membuat strategi storytelling dalam pemasaran.

Strategi ini cukup berhasil untuk mempengaruhi emosi dari calon pelanggan, terutama pada mereka yang terkesan dengan tokoh tertentu.

Selain itu, dalam membuat cerita untuk promosi, Anda juga bisa menjadikan pendiri perusahaan sebagai sumber cerita.

Dengan demikian, perjalanan bisnis yang sudah dialami pendiri bisa menjadi bukti yang nyata bagaimana bisnis atau produk yang ditawarkan adalah sebuah komoditas yang terpercaya.

7. Sisipkan Rencana Masa Depan

Sama pentingnya dengan menuliskan sejarah dari brand yang Anda miliki, menuliskan tentang rencana masa depan dari bisnis Anda juga termasuk hal yang paling penting.

Secara logika, gambaran masa depan dari sebuah bisnis akan menjadi bahan pertimbangan ketika seseorang ingin bergabung menjadi mitra.

Nah, dengan teori di atas, Anda bisa menuliskan bagaimana posisi bisnis Anda di masa depan atau produk apa yang akan Anda keluarkan di masa yang akan datang.

Jawab dan tulis penjelasan tersebut dalam cerita yang Anda buat.

8. Gunakan Statistik Untuk Menjelaskan

Untuk pemasaran yang profesional, bukti adalah hal yang sangat penting –terutama jika berkaitan dengan hubungan kemitraan.

Oleh karenanya, jika Anda menggunakan strategi storytelling ini untuk pemasaran, maka jangan lupa untuk memasukkan statistik.

Statistik akan membentuk kredibilitas. Tentu, mitra sebagai target, tidak ingin membeli kucing dalam karung.

Mereka akan senantiasa mempelajari bagaimana detail bisnis yang ditawarkan dan statistik menjadi salah satu bagian dari detail penilaian.

9. Perbanyak Media

Hadirnya media online memang akan memudahkan Anda untuk melakukan promosi, termasuk membagikan cerita yang Anda buat tersebut.

Nah, salah satu teknik yang harus Anda gunakan adalah memaksimalkan media yang ada atau dengan kata lain bercerita-lah di mana-mana.

Dengan cara ini, maka potensi calon konsumen membaca cerita Anda akan semakin besar.

Namun, usahakan untuk memiliki platform sendiri semacam website, untuk mempromosikan brand Anda dengan pertimbangan membangun promosi yang lebih profesional dan lebih eksklusif.

Nah, beberapa poin di atas adalah teknik dalam storytelling yang bisa Anda terapkan untuk melakukan promosi.

Cobalah baca beberapa referensi mengenai contoh storytelling yang tepat guna menemukan cara penulisan yang lebih efektif.

Tinggalkan komentar